STRANGE GIRL: 2014

Sabtu, 27 Desember 2014

GILA KAMU


GILA KAMU
Surakarta, 22 Desember 2014

Gila kamu
Siapa bilang aku berpuisi?
Siapa bilang aku berkata?
Siapa bilang aku nampak?

Gila kamu
Aku siapa?
Kamu siapa?
Sejak kapan ada?
Gila kamu
Ramai dan tak ramai
Aku tak pernah ada

Gila kamu
Bisa-bisanya mendengarkanmu
Bisa-bisanya mengenalku
Gila kamu
            Gila
                        Gila
Kamu gila
            Kamu
                        Kamu
                                    Kamu?


 Sri Utami

HARI IBU


HARI IBU

“Mi, handukku mana?”
“Mi, ini jam berapa?”
“Mi, bukuku mana?”

“Ini Pak handukmu.”
“jam 5 Nduk, cepatlah bangun.”
“di atas meja, Le.”

Pak
Aku
Adik
Tak pernah lupa
Sapaan “Mi”
Dan selalu itu
“Mi” alias “Mami”
Yang selalu menerangi
Yang selalu ada untuk kami
Mami, Mami, Mami
Terima kasih Mami
Telah ada untuk kami
Kami sayang Mami

“Selamat Hari Ibu”

Sri Utami

Rabu, 19 November 2014

TITIK YANG BERLANJUT


TITIK YANG BERLANJUT

Hujan sore ini berakhir, aku mendengar titik hujan terakhir yang turun. Setelah itu, aku mendengar lagu maroon 5 yang berjudul wake up call. Ternyata handphoneku berdering. Nama “ayah” yang tertera di layar HP. Percakapan kita biasa saja, sekadar basa-basi tidak ada hal yang begitu sangat penting. Namun, aku senang ayah meneleponku. Itu sudah merupakan suatu bentuk kepeduliannya kepadaku saat kita tak bersama. Ada hal yang mengejutkan, saat mengakhiri percakapan ini ayah mengucapkan salam setelah itu diikuti dengan kata “Terima kasih, Nak” dan telepon terputus.
Baru saja aku mendengar titik air hujan yang jatuh terakhir. Namun setelah ini titik itu masih berlanjut. Titik air mataku yang melanjutkan hujan sore ini. Entah apa arti kata “Terima kasih, Nak” yang diucapkan ayah, tapi itu benar-benar membuatku langsung meneteskan air mata kebahagiaan dan kesedihan pula. Kesedihan ini muncul karena aku yang seharusnya lebih banyak mengucapkan ucapan terima kasih kepada ayah. Kebahagiaan ini muncul karena mungkin kata yang ayah ucapkan tadi sebagai tanda penghargaan atas aku sendiri yang selalu menaati nasihat ayah. Hal penting yang aku dapatkan dari kedua orang tuaku saat ini adalah KEPERCAYAAN yang mereka berikan. Dengan KEPERCAYAAN yang mereka berikan, itu berarti mereka percaya bahwa anaknya sudah dapat BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI. Ya, karena menurutku bertanggungjawab terhadap diri sendiri itu lebih susah dibandingkan bertanggung jawab terhadap orang lain. Tetapi aku harus bisa bertanggung jawab terhadap diriku sendiri terlebih dahulu. Terima kasih ayah dan ibuku. 

Sri Utami

Jumat, 14 November 2014

TITIK


TITIK

            Titik adalah sebuah tanda baca yang  menunjukkan suatu penghentian. Mengakhiri setiap kalimat. Titik merupakan suatu simbol ketegasan yang tak boleh ditentang dan diteruskan. Saat menulis kalimat, kadang kita lupa menuliskan tanda titik di akhir kalimat apalagi jika kita menulis di kertas menggunakan bolpoin. Terkadang kita juga lalai mengingat arti sebuah ketegasan hidup. Ketegasan yang ingin kita bangun terhadap komitmen diri sendiri. Tak akan berhasil jika kita membangun komitmen dengan orang lain sebelum membangun komitmen terhadap diri sendiri. Terlebih dahulu kita harus memperbaiki komitmen diri kita sendiri. Mempertegas diri sendiri saat kita melanggarnya. 

Sri Utami