STRANGE GIRL: Maret 2015

Senin, 09 Maret 2015

JALAN


JALAN
Surakarta, 8 Maret 2015

Jalan,
Bagaimanakah makna jalan sesungguhnya. Saat ini aku duduk terpaku di pinggir jalan dengan sorot sinar lampu kota. Menonton gemerlap malamnya pusat kota. Tengok ke kanan, tengok ke kiri, tengok ke depan, tengok ke belakang, begitu berulang kali. Menonton ribuan sepeda motor, mobil, bus, tak lupa ontel dan becak lalu lalang tanpa henti. Orang-orang di pinggir jalan ramai berfoto dengan patung-patung yang nampak berkilau itu. Mereka semua melewati jalan. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang ingin ke mall, ke rumah makan, nongkrong, ngerjain tugas kelompok mungkin, atau ketemu pacar, dan masih banyak lagi. Mereka memang berbeda-beda, tapi ada yang sama. “Mereka melewati jalan”. Ada yang hafal nama jalan, namun tak pernah mengerti tempat yang ia tuju. Ada yang paham dengan tempat yang ia tuju, tapi tak pernag tahu nama jalan. Atau ada yang paham keduanya tapi tak pernah memaknainya? . Bahkan atau ada yang tak paham dengan arah pembicaraan ini? Atau mungkin ingatan tentang jalan hanya akan muncul saat dibutuhkan saja? Padahal setiap hari ia melewatinya. Ah, sudah kasihan jalan. Benar-benar tak ada yang mampu memaknai kehadirannya. Aku juga tak pernah hafal dengan jalan, tapi aku sadar setiap hari pasti ada jalan. YA, SETIAP HARI PASTI ADA JALAN. SETIAP HARI PASTI ADA JALAN. ADA JALAN.

Sri Utami