TITIK
YANG BERLANJUT
Hujan sore ini
berakhir, aku mendengar titik hujan terakhir yang turun. Setelah itu, aku
mendengar lagu maroon 5 yang berjudul wake
up call. Ternyata handphoneku berdering.
Nama “ayah” yang tertera di layar HP. Percakapan kita biasa saja, sekadar
basa-basi tidak ada hal yang begitu sangat penting. Namun, aku senang ayah
meneleponku. Itu sudah merupakan suatu bentuk kepeduliannya kepadaku saat kita
tak bersama. Ada hal yang mengejutkan, saat mengakhiri percakapan ini ayah mengucapkan
salam setelah itu diikuti dengan kata “Terima kasih, Nak” dan telepon terputus.
Baru saja aku mendengar
titik air hujan yang jatuh terakhir. Namun setelah ini titik itu masih
berlanjut. Titik air mataku yang melanjutkan hujan sore ini. Entah apa arti
kata “Terima kasih, Nak” yang diucapkan ayah, tapi itu benar-benar membuatku
langsung meneteskan air mata kebahagiaan dan kesedihan pula. Kesedihan ini
muncul karena aku yang seharusnya lebih banyak mengucapkan ucapan terima kasih
kepada ayah. Kebahagiaan ini muncul karena mungkin kata yang ayah ucapkan tadi
sebagai tanda penghargaan atas aku sendiri yang selalu menaati nasihat ayah. Hal
penting yang aku dapatkan dari kedua orang tuaku saat ini adalah KEPERCAYAAN
yang mereka berikan. Dengan KEPERCAYAAN yang mereka berikan, itu berarti mereka
percaya bahwa anaknya sudah dapat BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI. Ya,
karena menurutku bertanggungjawab terhadap diri sendiri itu lebih susah
dibandingkan bertanggung jawab terhadap orang lain. Tetapi aku harus bisa
bertanggung jawab terhadap diriku sendiri terlebih dahulu. Terima kasih ayah
dan ibuku.
Sri Utami
Sri Utami